Abdullah ibni umar mendengar rosulullah SAW bersabda: sesungguhnya ketika Allah menurunkan nabi Adam ke bumi maka dua malaikat berkata: (ada dalam surat albaqoroh ayat 30)
Allah SWT berfirman:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَالَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
"(Dan) ingatlah, hai Muhammad! (Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi) yang akan mewakili Aku dalam melaksanakan hukum-hukum atau peraturan-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam. (Kata mereka, Kenapa hendak Engkau jadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan padanya) yakni dengan berbuat maksiat (dan menumpahkan darah) artinya mengalirkan darah dengan jalan pembunuhan sebagaimana dilakukan oleh bangsa jin yang juga mendiami bumi? Tatkala mereka telah berbuat kerusakan, Allah mengirim malaikat kepada mereka, maka dibuanglah mereka ke pulau-pulau dan ke gunung-gunung (padahal kami selalu bertasbih) maksudnya selalu mengucapkan tasbih (dengan memuji-Mu) yakni dengan membaca 'subhaanallaah wabihamdih', artinya 'Maha suci Allah dan aku memuji-Nya'. (dan menyucikan-Mu) membersihkan-Mu dari hal-hal yang tidak layak bagi-Mu. Huruf lam pada 'laka' itu hanya sebagai tambahan saja, sedangkan kalimat semenjak 'padahal' berfungsi sebagai 'hal' atau menunjukkan keadaan dan maksudnya adalah, 'padahal kami lebih layak untuk diangkat sebagai khalifah itu!' (Allah berfirman,) (Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui) tentang maslahat atau kepentingan mengenai pengangkatan Adam dan bahwa di antara anak cucunya ada yang taat dan ada pula yang durhaka hingga terbukti dan tampaklah keadilan di antara mereka. Jawab mereka, Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih tahu dari kami, karena kami lebih dulu dan melihat apa yang tidak dilihatnya. Maka Allah Taala pun menciptakan Adam dari tanah atau lapisan bumi dengan mengambil dari setiap corak atau warnanya barang segenggam, lalu diaduk-Nya dengan bermacam-macam jenis air lalu dibentuk dan ditiupkan-Nya roh hingga menjadi makhluk yang dapat merasa, setelah sebelumnya hanya barang beku dan tidak bernyawa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Lalu dua malaikat berkata: tuhanku, bukankah kami lebih taat kepadamu daripada anak turunnya Adam, maka Allah berfirman kepada keduanya: bawalah kesini dua malaikat dari beberapa malaikat sehingga akan Aku turunkan keduanya ke bumi, maka akan Aku lihat bagaimana yang mereka kerjakan, maka mereka para malaikat berkata: tuhanku, maka turunkanlah Harut dan Marut ke bumi.
Dan diturunkanlah keduanya ke bumi
Lalu Allah mengutus bagi keduanya bintang Zuharoh yang di beri rupa wanita yang termasuk sebagus-bagusnya manusia, lalu sang wanita mendatangi Harut dan Marut, dan karena kecantikannya Harut dan Marut berhasrat memilikinya (untuk berhubungan badan karena Allah telah memberikan hawa nafsu seperti halnya manusia ketika menurunkan mereka ke bumi),
lalu sang wanita memberi syarat untuk bisa memilikinya dengan berkata: tidak (akan menyerahkan dirinya), demi Allah, sehingga kalian berdua mengucapkan kalimat yang syirik (menyekutukan Allah), lalu Harut dan Marut berkata: demi Allah aku tidak akan syirik kepada Allah sedikitpun selamanya,
lalu sang wanita pergi dan kemudian kembali lagi dengan membawa seorang anak kecil, lalu Harut dan Marut kembali meminta untuk bisa memiliki sang wanita, maka sang wanita kembali memberi syarat dengan berkata: tidak, demi Allah, sehingga kalian membunuh anak ini, lalu Harut dan Marut berkata: tidak, demi Allah aku tidak akan pernah membunuh selamanya,
Lalu sang wanita pergi dan kembali dengan membawa wadah berisi arak, lalu Harut dan Marut kembali meminta untuk memiliki sang wanita, lalu kembali sang wanita mengajukan syarat dengan berkata: tidak, demi Allah, sehingga kalian meminum arak ini, lalu Harut dan Marut meminum arak (karena menganggap dosa minum arak adalah dosa kecil), maka keduanya mabuk, lalu menzina pada sang wanita, lalu membunuh pada anak kecil yang masih disitu.
Maka ketika Harut dan Marut tersadar sang wanita berkata: demi Allah kalian telah melakukan apa-apa yang kalian tolak atas syarat memilikiku (dosa zina setara dengan dosa syirik) ketika kalian mabuk.
Maka kalian memilihlah pada siksa dunia atau siksa akhirat?, lalu Harut dan Marut memilih siksa dunia (karena dunia hanya sementara).
رواه احمد بن حنبل فى تفسير ابن كثير
Siksa yang diberikan berupa malaikat Harut dan Marut digantung kakinya diatas, kepalanya dibawah, satu jengkal diatas lautan, ketika laut surut dan pasang maka gantungannya akan disesuaikan, dan keduanya masih mempunyai hawa nafsu sebagaimana manusia sehingga keduanya bisa merasakan haus dan lapar, dan sampai sekarang masih digantung sampai kiamat nanti
Hikmah dari cerita ini adalah jangan meremehkan dosa kecil, karena dosa kecil akan membawa pada dosa besar.
Sekian dari kami terima kasih...